Komentar Pelatih Spurs Usai Gagal Juara Liga Champions

Tottenham Hotspur harus rela mengelus dada sembari terus menanti untuk meraih trofi Liga Champions Eropa. Tim berjuluk The Lyliwhites itu gagal di partai final musim ini setelah takluk dari sesama klub Liga Primer Inggris, Liverpool. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Sabtu, 1 Juni 2019 waktu setempat atau Minggu dini hari WIB, Spurs takluk dua gol tanpa balas.

Sepasang gol Liverpool di laga itu dicetak oleh Mohamed Salah dari titik penalti di menit kedua dan gol Divock Origi di menit ke-87. Bagi Liverpool ini merupakan trofi keenam mereka sepanjang sejarah. Sementara itu Spurs belum sekalipun tampil sebagau juara.

Pelati Spurs, Mauricio Pochettino pun tak kuasa menyembunyikan kekecewaannya. Pelatih asal Argentina itu mengatakan timnya sudah berjuang maksimal untuk meraih “Si Kuping Lebar.” Namun apa daya harapan tersebut tak berbuah manis.

Tidak hanya Pochettino, semua pihak yang terkait dengan klub tersebut pun merasakan hal yang sama. Namun demikian Pochettino mengaku dirinya sangat bangga dengan para pemainnya yang mampu melangkah hingga babak final.

“Sekarang tidak mungkin untuk berbicara, kami semua sangat kecewa, tetapi saya merasa sangat bangga dengan pemain saya. Final adalah tentang menang, bukan tentang bermain dengan baik,” ungkap Pochettino.

Lebih lanjut Pochettino mengatakan dirinya pun memberikan apresiasi kepada Liverpool. Ia mengucapkan selamat kepada klub, pelatih, para pemain, dan semua penggemarnya. Menurut Pochettino musim ini merupakan musim yang fantastis bagi klub yang bermarkas di Stadion Anfield tersebut.

“Saya ingin memberi selamat kepada Liverpool, Klopp, para pemain, klub, dan para penggemar karena mereka memiliki musim yang luar biasa. Mereka fantastis,” lanjutnya.

Menyusul kegagalan itu, Pochettino pun mengatakan mereka akan segera melupakan kekalahan ini untuk mempersiapkan musim baru. Lolos ke final merupakan pengalaman penting bagi klub untuk menjadi lebih baik di masa mendatang.

“Ini sangat menyakitkan, tetapi kami harus terus berjalan. Tentu saja itu akan sulit, tetapi setelah beberapa jam, kami perlu mengubah pikiran kami dan menjadi positif,” sambungnya.

Sementara itu bagi Liverpool kemenangan ini sekaligus menjadi pelampiasan atas kegagalan musim lalu. Saat itu mereka lolos ke babak final namun takluk dari Real Madrid di partai pamungkas. Setelah tiga kali tampil di partai final, Liverpool akhirnya menjadi juara. Bagi Liverpool ini merupakan trofi keenam mereka di pentas elite Eropa. Koleksi gelar Liga Champions Liverpool hanya kalah banyak dari AC Milan (7 gelar) dan Real Madrid (13 gelar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *