Inter Milan Hanya Raih Satu Poin di Kandang Fiorentina

Inter Milan gagal mendulang poin sempurna di pekan ke-25 Serie A Italia. Tim yang juga disebut Internazionale Milan itu hanya bisa membawa pulang satu poin dari markas Fiorentina pada Minggu, 24 Februari 2019 waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Menghadapi tuan rumah Fiorentina di Stadion Artemio Franchi, Milan diimbangi tuan rumah dengan skor akhir 3-3.

Tiga gol Inter dicetak oleh Matias Vecino di menit keenam, Matteo Politano di menit ke-40 dan sepakan penalti Ivan Perisic di menit ke-52. Sementara itu trigol tuan rumah disumbangkan oleh gol bunuh diri Stefan De Vrij di menit pertama, Luis Muriel di menit ke-74, dan sepakan penalti Jordan Veretout di menit ke-90+11.

Tambahan satu poin membuat Inter kini mendulang total 47 poin dan tak beranjak dari posisi ketiga di tabel klasemen sementara. Mereka tertinggal sembilan poin dari Napoli dan terpaut cukup jauh dari Juventus di puncak klasemen yang telah meraih total 69 poin. Inter patut waspada karena kini mereka hanya berjarak dua poin dari rival sekota, AC Milan.

Hasil seri ini diwarnai ketidakpuasan dari kubu tim tamu. Pasalnya mereka dirugikan dengan keputusan penalti di penghujung laga, tepatnya di masa injury time babak kedua. Wasit menunjuk titik putih setelah melihat tayangan Video Assistant Refferee (VAR).

Sebagaimana dikatakan pelatih Inter, Luciano Spalletti, wasit yang mengambil keputusan keliru untuk memberikan hadiah tendangan 12 pas kepada tuan rumah. Sang pelatih berdalih, pemainnya, D’Ambrosio tak melakukan handball, tetapi bola hanya mengenai dadanya.

“Itu jelas. Bola menyentuh dadanya. Tidak ada argumen di sini. Tidak ada keraguan di sini. Itu dadanya. Kami melihatnya dengan jelas. Setiap orang melihat VAR dari garis, setiap orang melihatnya! Itu berada di dadanya,” beber Spalletti.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan meski menilai keputusan tersebut keliru, ia mengambil keputusan untuk tidak berbicara dengan wasit seusai laga. Baginya sang pengadil pertandingan tetap tidak akan mengubah keputusan.

“Saya tidak berbicara dengan wasit setelah itu, karena apa yang bisa dia katakan kepada saya? Bahwa bola itu mengenai lengan dia (D’Ambrosio) padahal sebenarnya tidak? Tidak ada dan tidak ada di sini, itu jelas. Sudah jelas,” sambungnya.

Ia pun tak mau berspekulasi terkait masa depannya di kota mode tersebut. Sekalipun ada banyak spekulasi yang berkembang, ia memilih fokus untuk terus membenahi timnya agar bisa tampil lebih baik di laga-laga selanjutnya.

“Sekarang, orang akan berbicara ‘oh mereka akan mengirim Spalletti pergi dan mendatangkan pelatih lain’, hasil ini sangat berharga, laga ini membuat perbedaan. Ini adalah hasil fundamental untuk kami di seluruh musim ini,” pungkasnya.

Susunan pemain Fiorentina versus Inter Milan:

Fiorentina (4-3-3): Alban Lafont; Vincent Laurini (Bryan Dabo 79′), Federico Ceccherini, Vitor Hugo, Cristiano Biraghi; Jordan Veretout, Marco Benassi (Luis Muriel 57′), Edimilson Fernandes; Federico Chiesa (c), Giovanni Simeone (Marko Pjaca 58′), Gerson.

Pelatih: Stefano Pioli.

Inter Milan (4-2-3-1): Samir Handanovic (c); Danilo D’Ambrosio, Stefan de Vrij, Milan Skriniar, Dalbert (Kwadwo Asamoah 62′); Matias Vecino, Marcelo Brozovic; Matteo Politano (Antonio Candreva 77′), Radja Nainggolan (Borja Valero 89′), Ivan Perisic; Lautaro Martínez.

Pelatih: Luciano Spalletti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *