Mitos Kutukan No 8 Timnas Inggris Ketika Pinalti

Jordan Henderson kini menjadi algojo skuat Inggris yang telah gagal ketika adu pinalti dengan skuat Kolombia di Laga 16 Besar Piala Dunia 2018. Ada mitos yang berkembang sebagai “kutukan” yang sejak dulu dianggap hingap di pengguna jersey nomor punggung 8 The Three Lions.Perlawanan Inggris dengan Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 kini berlanjut ke adu pinalti, yang berlangsung di Spartak Stadium, Moskow, Rusia, (4/7/2018) dini hari WIB. Pada sebelumnya skor 1-1 hingga akhir 120 menit bertahan, usai pinalti Harry Kane di menit ke 57 dibalas Yerry Mina di menit 90+3.  Pada babak tos-tosan, lalu satu penendang Ingris sempar gagal, yakni Hederson. Tendangannya yang melengkung ke pojok gawang kiri bagian bawah dihadang kiper David Ospina, dan gagal masuk.

Beruntung bagi Inggris, dua penendang Kolombia bakal gagal yakni Mateus Uribe dan Carlos Bacca. Dan dua penendang sisa Inggris yakni Kieran Trippier dan Eric Dier masih bisa memantapkan eksekusinya. Inggris mendapatkan kemenangan 4-3 atas Kolombia yang berlanjut ke perempatfinal. Situs FIFA menyebutkan, bahwa kegagalan Jordan Hederson dalam mengeksekusi pinalti menjadi penambah daftar pemain dengan nomor punggung 8 Inggris yang telah gagal menjadi eksekutor di babak adu pinalti Piala Dunia. Jordan Hederson menjadi pemain yang keempat yang mendapatkan “kutukan” tersebut.

Pertama ada Chris Waddle, yang tela gagal mengeksekusi pinalti dalam semifinal di Piala Dunia 1990 saat melawan Jerman Barat. Lalu selanjutnya David Batty yang dalam catatan FIFA juga mengalami kutukan kegagalan eksekusi pinalti ketika menjadi algojo dalam babak 16 besar Piala Dunia 1998 ketika kontra dengan Argentina. Lalu masih ada lagi Frank Lampard yang mengalami kegagalan ketika mengeksekusi pinalti. Saat itu Inggris sedang adu tos-tosan dengan Portugal dalam perempatfinal Piala Dunia 2006. Dan kini yang terbaru adalah kegagalan nomor punggung 8 Jordan Hederson melanjutkan kutukan tersebut, di Piala Dunia 2018 babak 16 besar. Inggris makin yakin, dan semakin yakin 100% yakin. Inggris menjejak pada perempaffinal dalam Piala Dunia 2018 setela mendepak Skuat Kolombia dengan adu pinalti menang tipis.

Kapten Harry merasa lebih bangga lagi dengan cs-nya setelah melalui momen-momen rumit itu dengan akhir kemenangan. Terlebih lagi timnya juga mengahkiri dengan catatan bagus dalam adu pinalti di Piala Dunia. “Saya begitu bangga. Kami begitu sangat tidak beruntung saat kebobolan di menit terakhir. Hal itu memperlihatkan kebersamaan dan karakter kami. Dan ini adalah situasi-situasi dimana Anda bisa benar-benar bisa melihatnya,” jelas Kane. “Ini adalah malam besar bagi semua orang. Jelas sekali kami sangat tahu bahwa dalam sejarah Inggris, adu pinalti bukanlah hal yang menguntungkan dan penuh dengan keberuntungan sejauh ini. Sangat menyenangkan rasanya bisa lepas dari catatan kelam punggung kami terdahulu,” pungkas kane.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *