Mimpi Buruk Fiorentina Masih Berlanjut

Kadang, mantan pacar yang dulu kita sayangan tetap menyisaka sakit hati meski sudah berpisah dalam waktu yang lama. Akhirnya beberapa orang dapat melupakannya, tapi tak sedikit yang malah menumpuk rasa benci dengan sang mantan. Terlebih lagi selepas berpisah, si mantan masih mengumbar kejelekan kita dan pemusuhan itu semakin lengkap saja.

Mungkin itu yang dirasakan para suporter Fiorentina saat menyambut kehadiran mantan pemain kesayangan mereka, yakni Federico Bernardeschi, di Jumat malam lalu. Kala itu, ssi mantan hadir dengan memakai kostum hitam putih khas Juventus, si rival sejati.

Lulusan akademi Fiorentina, putra daerah Tuscany, diberikan kepercayaan memakai nomor 10, dan didaulat menjadi kapten. Bukan mengatakan sumpah setia dengan berseragam La Viola, Bernnardeschi malah mengkhianati segala latar belakang tersebut guna kepentingan profesionalisme dan karirnya. Juventus, sang penguasa Serie A, dipilih menjadi lompatan karirnya di musim panas lalu, mengulang cerita pahit yang sempat diukir oleh Roberto Baggio nyaris 3 dekade silam.

Fiorentina

Pengkhianatan Bernardeschi membuat dirinya menjadi sasaran empuk para fans Fiorentina di laga tersebut. Terlebih lagi dia diberikan kepercayaan berlaga dari menit pertama oleh Maximiliano Allegri.

Jelas, para fans Fiorentina bakal mengutuk Bernardeschi dengan berbagai kalimat kasar yang telah disiapkan dari awal keberangkatan mereka ke stadion. Davide Astori dan rekan-rekan telah bertekad bermain sekuat tenaga guna mengalahkan Juventus serta memberi kado terindah untuk pendukungnya. Hal ini terlihat dari usaha mereka menguasai ball possesion dan beberapa peluang yang mereka catatkan.

Sayangnya, bukannya sukses menyakiti Bernardeschi, si mantan malah yang membuat aib untuk Fiorentina. Dijatuhkan Milan Badej didepan kotak pinalti di menit ke 54, Bernardeschi lebih memilih untuk menendengan sendiri tembakan bebas itu.

Tembakannya menuju sudut gawang tidak mampu dibendung oleh Marco Sportiello. Semakin bahas untuk pendukung Fiorentina, Bernardeschi justru memilih merayakan gol itu dengan ‘keluarga’ barunya, yakni Juventus. Seperti lupa bahwa dia tengah ada di kampung halamannya sendiri.

Fiorentina pun tidak tinggal diam. Mereka tetap menguasai jalannya pertandingan serta berupaya menciptakan gol, tapi ketika keasyikan menyerang, Juventus sukses memanfaatkan kelemahan tuan rumah di musim ini, yakni dengan serangan balik cepat.

Pada menit ke 85, Gonzalo Higuain yang mampu lolos dari perangkap off-side sukses menggandakan skor dan menciptakan golnya yang ke 50 untuk Juventus. Hasil 2-0 tidak berubah sampai pertandingan berakhir.

Juve berhasil mendapat hasil apik untuk memompa semangat mereka sebelum melawan Tottenham Hotspur di fase 16 besar Liga Champions minggu depan. Mereka belum terkalahkan dalam 16 pertandingan terakhir, dengan mencatatkan 7 kali belum kemasukan, serta ada di pucuk klasemen untuk sementara waktu.

Sementara Fiorentina gagal mendongkrak posisinya di tabel klasemen dan juga gagal mendatangkan mimpi buruk untuk Bernardeschi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *