Pep Guardiola Yang Kepincut Dengan Jack Harrison

Jack Harrison, namanya memang terdengar dangat asing untuk besar sebagian penikmat si kulit bundar. Wajar saja saat Manchester City mendatangkan pemuda berumur 21 tahun itu menjelang tenggat jendela transfer musim dingin Januari ini. banyak sekali pertanyaan yang muncul. Apa alasan Pep Guardiola dan klubnya mendatangkan pemain yang profilnya ini belum terlalu terkenal di jagat sepakbola?

Keputusann Manchester City mendatangkan Harrison memang pantas dipertanyakan. City memang memerlukan pemain lainnya selepas gagak merekrut Alexis Sanchez dari Arsenal. Alih-alih merekrut pemain dengan kualitas serupa, City malah mendatangkan pemain muda yang belum terlalu dikenal banyak publik.

Mungkin Jack Harrison terdengar asing di telinga pecinta sepakbola Eropa, namun untuk sepakbola Amerika Serikat, dia adalah pemain dengan bakat hebat. Harrison tampil reguler untuk New York FC yang berlaga di panggung MLS, semenjak umur 18 tahun. Dia berpengalaman saat bermain dengan beberapa pemain kelas atas seperti Andrea Pirlo, Frank Lampard, dan David Villa.

Bermain di lini sayap, performa Harrison sangat memukau untuk negara yang dimana sepakbola kurang populer di Amerika Serikat. Saking hebatnya, pada beberapa kesempatan para fans New York FC meminta timnas Amerika guna memanggil Harrison sebab dinilai bakal menjadi duet yang sepadan untuk pemain kesayangan timnas Amerika, yakni Christian Pulisic. Terlebih lagi, pemain bersangkutan sebetulnya masih berkewarganegaraa Inggris.

Jack Harrison merupakan satu dari banyaknya pemain dari Inggri yang sudah berani melakukan petualangan pada usia yang masih muda. Dirinya datang ke Amerika pada umur 14 tahun. Kisah unik dalam karir muda Harrison ialah, ternyata dia adalah almuni dari 2 klub yang saling bentrok, yakni Manchester United dan Liverpool.

Dia bergabung dengan akademi Liverpool pada umur 7 tahun, kemudian hengkang dengan akademi United satu tahun setelahnya menyusul kepindahan keluarganya menuju Bolton yang menjadi area Greater Manchester.

Gaya permainan Arjen Robben merupakan salinan yang paling cocok guna mengetahui bagaimana Harrison beraksi di atas rumput hijau. Seperti Robben, Jack juga sering menyisir pertahanan tim lawan, kemudian melakukan gerakan cut inside. Harrison sama halnya dengan Robben yang mempunyai kaki kiri yang handal. Inilah yang kemudian membuatnya jadi sangat berbahaya.

Tepat selepas mendatangkan Harrion, dia segera dipinjamkan menuju Middlesbrough. Masa peinjaman bakal sangat baik untuk Harrison yang tantu harus beradaptasi lagi selepas cukup lama berlaga di sepakbola Amerika.

Manchester City dan Pep Guardiola mendapat bakat yang cukup sensasional yang harus terus menerus diasah. Bisa jadi mereka memang tak mendapat pemain besar di lini penyerang di jendela transfer musim dingin ini, namun mendatangkan pemain seperti Harrison tentunya bakal jadi investasi jangka panjang untuk Manc City.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *