Permasalahan Pelik Gareth Bale

Gareth Bale boleh dibilang sebagai pahlawan yang terlupakan oleh Real Madrid pada musim ini. Dengan total penampilan yang sangat sedikit ketimbang Cristiano Ronaldo, mantan pemain Tottenham Hotspurs itu sudah mampu menciptakan gol dengan jumlah yang serupa dengan Ronaldo. Kemudian, kenapa Bale cenderung tersisihkan?

Bale baru saja diturunkan sebagai pemain utama sebanyak 7 kali saja, namun sudah berhasil mencetak 6 gol. Bandingkan saja dengan Ronaldo yang membutuhkan bermain sebanyak 15 kali untuk mencapai total gol sebanyak itu. Akan tetapi, Bale mendapat ancaman cedera yang hampir setiap waktu.

Memang, Bale menghadapi masa-masa sulit bersama Real Madrid pada musim kompetisi 2016/17. Sebagian besar Bale menghabiskan waktunya di kamar perawatan lantaran cedera pergelangan kaki dan cedera betis. Hasilnya, dia hanya mampu tampil sebanyak tujuh belas kali di ajang La Liga, meskipun masih bisa menciptaan 7 gol.

Tapi, tak hanya cedera saja yang jadi kecemasan para suporter Madrid kepada pemain berumur 28 tahun tersebut. Di musim lalu, Bale mendapatkan kkecaman karena spekulasi yang berhembus bahwa dia tidak bahagia di ibu kota Spanyol itu serta ingin kembali bermain di pentas Liga Inggris.

Berulang kali dirumorkan kalau masadepan Bale dalam skuat Los Blancos menjadi tidak menentu. Konon, dia merasa kurang begitu cocok dengan para rekan setimnya serta merasa terpinggirkan dalam tim tersebut. Salah satu media terkenal, Don Balon, pernah mengklaim kalau satu-satunya teman Bale dalam Real Madrid ialah bekas rekannya saat masih bersama Spurs, yakni Luka Modric.

Posisinya juga masih terancam karena performa Marco Asensio Lucas Vazquez, dan Isco Alaron yang semakin menanjak. Meskipun kontraknya bersama Madrid akan berahir hingga Juni 2022 mendatang selepas menandatangani kontrak anyar pada Oktober 2016 kemarin, tidak ada yang dapat memastikan pemain tersebut bakal mempertahankan sisa kontraknya.

Musim ini, secara konsisten dia terus dikaitkan dengan beberapa tim Inggris yang dikabarkan jadi peminat. Selepas Manchester United yang rumornya sudah lama membidiknya, sekarang Chelsea juga mulai dihubungkan. Harapan Madrid merekrut Eden Hazard diperkirakan bakal membawa Bale kedalam transaksi pertukaran.

Akhir-akhir ini, Ryan Giggs yang baru saja didault sebagai pelatih timnas Wales, turut buka suara mengenai masadepan Bale.

“Saya yakin dengan pengalaman saya, saya dapat membantu Bale untuk bisa mengembalikan rasa percaya dirinya. Semua pihak menginginkan Bale dalam kondisi bugar, supaya penampilannya bersama timnas juga ikut menanjak,” ungkap Giggs seperti dilansir Sky Sports.

Kekhawatiran Giggs bukannya tidak beralasan. Saat Bale fit, timnas Wales sukses menembus babak semi-final Piala Eropa 2016 lalu. Nah, kini terserah Bale untuk menentukan masadepannya. Tetap bersama Real Madrid atau mendengarkan tawaran dari tim-tim peminat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *