Radja Nainggolan Tercoret Dari Skuat Inti AS Roma

Radja Nainggolan selalu jadi andalan di sektor tengah AS Roma semenjak direkrut dari klub Cagliari pada bulan Januari 2014 lalu. Namun Roma tak akan mengandalkan Nainggolan ketika lenjutan Serie A musim ini menghadapi Atalanta di Olimpico Stadium, Minggu 7 Januari nanti.

Hal tersebut lantaran munculnya unggahan live Nainggolan yang tengah merayakan tahun baru 2018 lalu. Sebenarnya wajar saja unggahan video pergantian tahun di upload setiap para pemain sepakbola. Tapi video itu menunjukkan dia tengah mengkonsumsi minuman alkohol dan merokok dalam akun Instagram pribadinya.

Dalam video tersebut dia juga terlihat mabuk bila dilihat dari saat dia berjalan yang terhuyung-huyung. Dan juga saat bermain tenis virtual dengan teman-temannya. Unggahan video tersebut mendapat sorotan dari beberapa media olahraga asal Italia. Sorotan tersebut membuat Nainggolan menuliskan status lewat akun Twitter pribadinya guna menyindir beberapa media Italia.

“Bahkan pada pergantian tahun pun yang kalian pikirkan hanya membuat berita. Selamat tahun baru bagi semua kecuali mereka (para media). Pergilah, carilah kehidupan kalian,” cuitannya.

Namun saat memulai sesi latihan bersama AS Roma selepas tahun baru. Dia mengatakan permohonan maaf dalam InstaStory miliknya. Dia juga menjelaskan bahwa ia hanya ingin merayakan dengan teman-temannya pada perayaan pergantian tahun.

“Tentu saja saya tak bermaksud membikan contoh yang negatif untuk semua orang. Sebab itulah saya harus meminta maaf dengan tingkah laku dan kata-kata saya. Forza Roma selamanya!!” demikian cuitan Nainggalan dalam Insta Storynya.

Tapi permintaan maaf tersebut tak menghapuskan sanksi yang diberikan Roma padanya. Yakni bahwa pemain berdarah Indonesia tersebut tercoret dari skuat inti Roma saat menghadapi Atalanta nanti. Putusan tersebut dinilai sudah berjalan dengan aturan Roma menurut pelatih Eusibio Di Francesco.

“Hal ini merupakan kebijakan yang selalu berlaku di semua dewan klub. Bila ada seseorang dari klub ini  atau mewakilinya yang kemudian membuat kesalahan tertentu yang tak lagi bisa diterima. Siapa pun yang melakukan kesalahan dengan cara yang serupa bakal tetap mendapat sanksi dengan cara yang serupa. Ini memang sudah menjadi kode etik di sini,” ungkap Di Francesco seperti dilansir Calciomercato.

Perilaku dari Nainggolan  ada diluar dugaan mantan manager Sassuolo itu. Tapi untuk Di Francesco, laga menghadapi Atalanta lebih krusial ketimbang insiden Nainggolan. Terlebih lagi Roma memerlukan kemenangan supaya dapat melesat menuju papan atas klasemen Seria A 2017/18.

Untuk saat ini Roma ada di posisi ke 4 klasemen sementara Serie A dengan poin 39. Berjarak 3 poin dari posisi ketiga yang ditempati Inter Milan dengan poin 42.  Roma harus lebih bekerja keras lagi sebab berjarak 8 poin dari Juventus (2), dan 9 poin dari SSC Napoli di puncak klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *