Rasa Malu Gennaro Gattuso

Gennaro Gattuso boleh dibilang belum mempunyai jejak rekam yang bagus untuk menjadi pelatih klub sebesar AC Milan. Dalam 3 musim terahir, Milan terlihat suka sekali menunjuk para pelatih muda yang menjadi mantan timnya. Terhitung Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi, serta Cristian Brocchi diberi target yang besar.

Dari ketiga pelatih tersebut, semuanya berujung dengan pemecatan. Saat ini giliran Gattuso, sebelumnya dia menjadi pelatih tim Primavera Milan. Debutnya harus dikecewakan dengan hasil seri 2-2 lewat gol dramatis yang diciptakan penjaga gawang Benevento, yakni Alberto Brignoli.

Awal perjalanannya bersama Milan juga semakin mengecewakan saat kalah melawan Rijeka di Liga Eropa. Gattuso merubah formasi yang sebelumnya dipakai oleh Montella 3-5-2 menjadi 4-3-3 selepas kalah melawan Rijeka.

Perubahan formasi tersebut membuat Milan bermain bertahan seperti filosofinya dengan tim-tim yang ditangani oleh Gattuso sebelumnya. Namun perubahan formasi tersebut mulau memberikan hasil bagus saat menang atas Bologna di pertandingan berikutnya.

Selanjutnya dia semakin perkasa saat menang dari Hellas Verona 3-0 di kompetisi Copa Italia musim ini. Menghadapi klub yang sama, Milan malah dibantai dengan skor yang sama di Marc Antonio Bentegodi Stadium, Minggu lalu.

2 sisi bertahan Milan dijadikan kecenderungan serangan tuan rumah di pertandingan tersebut. 2 gol terakhir Verona juga dijadikan  proses gol lewat sisi kanan maupun kiri. Gol yang diciptakan Kean didapat selepas mendapatkan umpan Daniel Bessa sisi kanan pertahanan Milan. Sedangkan gol Bessa diperoleh selepas menerima umpan Romulo di sisi kiri. Di pertandingan ini, Romulo bermain impresif.

Selain umpan pada Daniel Bessa, assists lainnya diberikan pada gol Carraciolo lewat umpan sepak pojok. Selain mengoleksi 2 assists, dia juga sukses melakukan 2 dribel sukses.

Salah satunya saat mengecoh Fabio Borini (posisinya di full back kiri) semenjak babak ke dua. Awalnya, mantan bek Sunderland tersebut diposisikan sebagai sayap kiri. Dia menjadi full back kiri selepas Rodriguez ditarik keluar lapangan selepas digantikan oleh Patrick Cutrone. Apalagi, Gattuso masih mempunyai stok full back kiri di atas bangku cadangan, yakni Luca Antonelli.

Tapi entah kenapa Gattuso memilih Borini untuk dijadikan sebagai full back kiri selepas pergantian Rodriguez. Yang jelas, Gattuso mengeluh perihal kekalahannya itu.

“Ini sangat memalukan. Kami wajib melihat kedepan. Bakal lebih mudah untuk berkata jika kami, apalagi pemain menerima gaji mereka di waktu yang tepat, tim membuat kedatangan mereka sangat terasa, tak ada masalah di kamar ganti,” ungkapnya.

“Kami juga wajib mencari tahu kenapa kami bermain baik serta siap untuk menciptakan gol. Namun selepas kebobolan yang pertama, kami tak mampu bereaksi. Atau bila kami bereaksi, itu ada pada mode yang kacau,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *