Masalah Sepatu Bisa Jadi Penyebab Buruknya Peforma Romelu Lukaku

Semua orang tentunya terheran-heran apa yang telah dilakukan Romelu Lukaku dalam Derby Manchester akhir minggu lalu. Alih-alih berkontribusi bagi klub yang dia bela, Lukaku malah jadi penyebab terbesar kenapa Manchester City dapat membobol jala David de Gea dua kali.

Kualitas Lukaku semakin hari semakin dipertanyakan. Ketajamannya juga semakin menurun semenjak tampil apil di awal musim ini. Terlebih lagi fakta jika pelatih Jose Mourinho memilih striker asal Belgia tersebut daripada Alvaro Morata pada awal musim 2016/17. Jadi pertanyaan besar apakah yang menyebabka menurunnya performa Lukaku. Boleh jadi jawabannya adalah yang dia pakai.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Lukaku masih belum menandatangi kontrak bersama apparel manapun. Lukaku merupakan sedikit dari banyaknya pesepakbola profesional yang masih belum mengikat kontrak bersama produsen olahraga apa pun. Atau jika di Indonesia dikenal dengan sebutan ‘belum di endorse’. Hal ini berarti, Lukaku bebas untuk memakai sepatu merk apapun.

Dia pernah memakai sepatu merk adidas dalam tur pra musim United saat ke Amerika Serikat. Namun sejauh ini di sepanjang kompetisi, dia lebih banyak memakai sepatu merk Nike. Mulai dari Nike Mercurial Vapor X (sepatu yang ia sering gunakan, termasuk saat dia gaga menjadi eksekutor tendangan pinalti saat melawan Everton), atau Nike Hypervenom Phinish II. Pada babak pertama dia memakai Mercurial Vapor XII versi firm ground warna oranye-hitam. Pada babak kedua dia mengganti sepatunya tersebut dengan model yang serupa, namun tipenya cukup berbeda, serta warna berbeda, yakni hijau elektrik.

Bahkan Wayne Rooney sampai kembali memakai sepatu lama, yakni Nike Total 90. Serta semenjak ‘berganti’ memakai seatu lamanya itu, gaya permainan Rooney semakin hari semakin bagus menyusul membaiknya performa Everton.

Atau cerita mengenai Toni Kroos yang tak pernah meminta sepatu lainnya pada Adidas, terkecuali cuma  custom Adidas Copa, sepatu sama saat dia memenangi Piala Dunia 2014 dengan Jerman. Seperti yang diketahui sebelumnya, jika permainan Kroos memang berkualitas.

Jadi, permasalahan endorsement itu menjadi sangat penting, khususnya dengan kebutuhan pemain, yang akhirnya bakal menunjang performanya di atas lapangan. Walau diketahui jika pesepakbola dapat membuat permintaan khusus perihal perubahan kepada sepatu yang meraka pakai. Mulai dari tai, lidah, pull sepatu, atau sol, atau biasa disebut custom.

Entah apparel apa nantinya yang bakal dipilih Lukaku, boleh jadi dia akan terpengaruh dengan Paul Pogba selaku sahabat dekatnya, kemudian beralih ke Adidas. Atau dia ‘meresmikan’ hubungan bersama Nike. Umbro, New Balance, atau Puma juga rasanya tak terlalu buruk, atau justru Lukaku ingin mencoba merk dari Indonesia, Specs!

Boleh jadi perbaikan performa Lukaku dimulai dengan sebuah hal sederhana. Dengan menggunakan sepatu yang cocok, contohnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *