Real Madrid Ingin Catatkan Sejarah Di Piala Dunia Antar Club

Selepas mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang sukses menjadi juara di Liga Champions dua kali beruntun, Real Madrid sedang dalam misi menjadi tim pertama yang bisa mempertahankan gelar Piala Dunia antar klub. Pelatih Zinedine Zidane  juga menyiapkan skuat terbaiknya  untuk misinya yang sangat menantang itu.

Melihat sejarah di Piala Dunia Antar Klub, belum ada satu tim yang bisa menjadi juara dua kali secara beruntun. Tim yang paling sering memenangkan Piala Dunia Antar Klub ini ialah Barcelona. Tapi, mereka tak memenangi ini secara back to back. Raksasa La Liga itu memenangkan Piala Dunia Antar Klub di tahun 2009, 2011, serta 2015.

Tak ada tim Eropa yang bisa menjadi juara dua kali berturut-turut lantaran sampai saat ini kompetisi tersebut masih diselimuti oleh satu mitos. Mitos tersebut ialah mitos yang mengatakan jika tak ada sang jawara bertahan yang bisa mempertahankan gelar juara. Tapi, pada musim lalu, Los Blancos sukses memutus mitor itu.

Real Madir memperlihatkan penampilan yang sangat konsisten, khususnya dalam babak gugur. Suatu sajian yang menegaskan kalau kompetisi Eropa terlihat seperti area bermain bagi mereka. Wajar saja, pada musim ini, Madrid sampai saat ini belum juga menunjukkan permainan konsisten, dengan selisih 8 poin dengan Barcelona yang duduk manis di puncak klasemen sementara.

Oleh karena itu, Piala Dunia Antar Klub bakal menjadi cara Real Madrid untuk menegaskan bahwa mereka tetap menjadi yang terbaik di hadapan dunia. Dan juga, kembali memecahkan rekor dengan menjadi tim pertama yang sukses menjadi juara kompetisi yang pertama kali dihelat di tahun 2000 itu dengan FC Corinthians yang keluar  sebagai juara pada edisi pertama.

Sebetulnya, jika dibandingan dengan Liga Champions, atau bahkan Liga Spanyol, Piala Dunia Antar Klub ini adalah ‘turnamen yang mudah’ bagi Madrid. Praktis, dalam sejarah, hanya wakil Amerika Latin dan Eropa yang bisa menjadi juara. Sejarah mampu dicetak wakil Asia selepas Kashima Antlers sukses menembus babak final sebelum dikalahkan Real Madrid.

Biasanya wakil Amerika Latin dan Eropa bakal melaju dengan mulus. Dengan mempertimbangkan kemudahan itu, Real Madrid sebenarnya dapat menurunkan tim lapis cadangan. Khususnya memberikan jatah bermain pada para pemain muda yang sampai saat ini masik duduk di atas bangku cadangan.

Tapi, Zidane tak ingin mengambil resiko dalam. Pelatih berdarah Prancis itu bahkan membawa Raphael Varane dan Gareth Bale yang sedang mengalami cedera menuju Uni Emirat Arab (tempat digelarnya Piala Dunia Antar Klub edisi 2017/18).

Sedangkan Zidane masih belum bisa memastikan akankah bek mudanya, Jesus Vallejo, yang bermain impresif saat bermain melawan Sevilla, bakal mendapat jatah bermain atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *